Jumat, 05 Januari 2018

Memaknai akhir tahun baru 2018


Bisa jadi, tidak hanya aku yg diam di atas kasur menikmati movie dari trans tv..atau memang aku sendiri. Biarlah setiap orang berusaha menikmati mlm ini dengan cara mereka sendiri, yg ujungnya di harapkan sebuah kesenangan...yg belum tentu bahagia. Bisa jadi keluar, biar ga dianggap bukan manusia jaman NOW.
Apa ya istimewa dg perpindahan mlm ini??? Sesuatu yg beda?, bukankah memang setiap jam dan hari berganti mmg tidak pernah sama. Namun semuaseakan sepakat bahwa mlm ini adalah istimewa. Mlm untuk membuat refleksi baru , mlm untuk berpesta, mlm...pokoknya mlm yg luar biasa.
Kesendirian mengisi mlm ini, bukanlah tragedi. Seorang kawan lebih memilih berjuang di semarang, menyelesaikan studinya...agar dia bisa menikmati banyak malam lain dengan keluarga. Kita tak tahu betapa perih hatinya, kita juga tidak tahu perasaan keluarga yg berharap kedatangannya. Atau seorang warga jogja yg menikmati mlmnya di rumah, ditengah serbuan jutaan masyarakat yg ingin menghabiskan di sebuah negeri istimewa para raja. Aku sendiri...ha...ha.....
Selamat menempuh hidup baru kawan semua, ya...kita semua masuk tahun baru. Suka atau benci.
.kita akan memasukinya. Bagi yang sudah menikah lama, jangan biarkan cintamu itu terasa lama. Sifat dasar manusia...yg selalu ingin yg baru dan mengganti yg lama. Status media sosial tentang kesetiaan bisa jadi penting, tapi adakah yg anda kasihi itu ada dalam doa kita???
Harapan baru????...sebenernya tidak, yang ada adalah menjaga harapan dalam diri kita. Kadang terasa aneh saat mendengar pidato/ceramah..seperti baru saja kita mendengarnya dan membuat kita semangat. Padahal berulang kali kita mendengarnya...dasar manusia...
Bicara doa, bicara harapan..
Kepada siapa kita berdoa dan berharap? Hampir semua sepakat..kepada TUHAN..,silahkan berharap...atau berdoa. Tapi TUHAN memiliki kehendaknya yg sering perasaan kita tidak nyaman. Padahal KEHENDAKNYA selalu baik buat kita...
HAPPY NEW YEAR 2018..
Kudus, 31 des 17.

Senin, 31 Juli 2017

RENUNGAN SAAT TANGGAP WARSO ( PERENUNGAN DAN PERUBAHAN)

PERUBAHAN ITU.........
Tanpa sadar rumput di belakang rumah mulai tinggi, padahal kayakya baru kemaren aku bersihkan.......padahal pingggang rasa pegelnya belum hilang. Hijaunya sih enak dilihat, tapi ga teraturnya menjadi pemandangan yang kurang sedap di pandang mata.

Rumput terus tumbuh dan merubah kebun belakang rumah tanpa kita sadari, padahal harapanku kebun itu tetap dalam kondisi bersih dan teratur. Perubahan terhadap kebun itu membuatku terganggu, terus kenapa membuatku terganggu? ....aku mulai berpikir tentang perubahan dan diriku dalam kaitannya dengan ulang tahunku...

Jadi ingat satu dasawarsa atau tepatnya mendekati dua dasawarsa, saat masih duduk dibangku kuliah. Seorang dosen sepuh berdiri menjelaskan tentang manajemen perubahan. Beliau berkata: Bahwa didunia ini hanya ada satu pasti dan lainnya tidak pasti. Satu- satunya yang pasti itu adalah perubahan itu sendiri.


Perubahan itu...jadi apa? terus kenapa banyak orang tidak suka? ada istilah anti kemapanan, anti-anti lain yang dianggap mengganggu stabilitas. Jadi inget lagi saat dulu pembangunan orde baru ditopang 3 hal yang di sebut TRILOGI, stabilitas Nasional (politik, dll), pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Stabilitas....kadang kala sering dijadikan alasan untuk yang berbeda pandangan dianggap sebagai ancaman bagi pembangunan dan lebih jauh mengganggu keamanan berbangsa dan bernegara. TRILOGI PEMBANGUNAN, saya sepakat dan sebenarnya menjadi indikator dalam menilai progres pembangunan di negeri ini. Dimana pembangunan harus menciptakan pemerataan di seluruh wilayah indonesia--> Menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan ---> terwujudnya stabilitas nasional dan cara mewujudkannyapun akan mudah jika terjadi stabilitas nasional--> adanya pertumbuhan ekonomi oleh negara dan masyarakat sehingga pemertaan pembangunan dapat terealisasi. Keren...ya, semua dipikirkan begitu matang pada waktu itu.


PERUBAHAN, DAN POSITIONING KITA?

Banyak orang bilang: Zamannya sudah Berubah?
Sebuah ungkapan sebagai bentuk kepasrahan dan menilai perubahan yang terjadi. Hilang Nilai-nilai dalam masyarakat mulai diasumsikan sebagai sebuah kewajaran. Contoh sederhanya adalah tayangan televisi, dulu wanita memakai rok pendek dianggap tayangan tabu. Tapi sekarang,.....televisi dipenuhi tayangan wanita berbikini dan berpakaian seksi bahkan untuk acara anak- anak sekalipun. Sekali lagi banyak orang berkata, zamannyalah yang telah berubah.....

Perubahan yang terjadi seakan kita adalah adalah korban? sekali lagi manusia adalah korban, tapi benarkah? selalukah manusia menjadi korban dari setiap perubahan tanpa bisa melakukan intervensi apapun? ...

Mencoba membangun logika, tentang perubahan dan positioning kita. Jika terjadi bencana manusia itu korban atau penyebab bencana?
Di semarang disekitar tambak loroh, manusia bisa beradapatasi dengan permukiman yang orang dari luar dianggap kumuh dan mereka direlokasi  saja tidak mau dengan alasan persaudaraan dan mudahnya mencari nafkah di sana.

dari dua logika di atas, mencoba mengurai bahwa perubahan itu manusia memiliki tiga positioning. Yaitu:
  1. Pembuat perubahan, manusia sebagai pelaku atau penyebab. Contoh: Penggundulan hutan dan perubahan lahan menjadi perumahan menjadi penyebab berkurang kawasan peresapan dan terjadinya erosi dan banjir.
  2. Penerima dan beradaptasi dengan perubahan, contoh logika ke dua. ketika orang beradaptasi dengan lingkungan yang ada. sekarang di kenal dengan nama resielince.
  3. Korban dari perubahan, dimana banyak orang yang menyerah dan menerima perubahan sebagai kekalahan.


PERUBAHAN, KITA DAN TUHAN.

Mengacu kepada logika yang dibangun dosen managemen perubahan bahwa kepastian yang ada adalah perubahan, bahwa perubahan sebagai sebuah keniscayaan. Jika perubahan sama dengan dingin, maka segera kita mengambil selimut untuk menghangatkannya. TINDAKAN untuk merespon, tindakan untuk mencegah dan tindakan untuk mengahdapinya menjadi bagian mitigasi perubahan yang harus dilakukan.

Saat aku terkejut dengan perubahan rumput dibelakang rumah,  padahal harapanku rumput itu tetep g ada dan kebunku rapi. menjadi masalah setelah perubahan itu terjadi. Dimana harapan dan  kenyataan memiliki devisiasi, itulah yang kita sebut MASALAH.....

Jangan- jangan kita terlalu membangun harapan yang indah tanpa mempertimbangkan segala hal yang ada, tanpa mau mempersiapkan mental untuk menerima kenyataan dan ......banyak lagi.

Aku termenung ketika membaca surat yang pendek yang indah...sebagai penutup tulisan ini adalah surat al ashr (yang bermakna waktu/ masa) yang mampu menjawab begitu banyak pertanyaanku yang akan aku tulis dalam 3 kalimat sederhana yang membuat aku tidak ingin menulis banyak hal. aku merasa, ini adalah closing yang sempurna....sebagai pengingat ulang tahun di tahun 2017.

(Masa)
Surat ke : 103. 
Jumlah ayat : 3
  1. Demi masa.
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati dengan kesabaran. 

Tuhan telah memberi kita jawaban untuk menghadapi perubahan dan mencegah kerugian, yaitu dengan cara : Beriman kepadaNYA, berbuat baik dan berpikir baik, mencari teman- teman yang selalu semangat dalam hidup dan baik. namun harus memiliki kesabaran untuk menerima kenyataan.. insyaallah.


Pati, 1 agustus 2017 
Tulisan pengingat ulang tahun yang telat di tulis..

by AGUS..








Minggu, 23 April 2017

APLIKASI DASAR MATEMATIKA HIDUP

RENUNGAN HARI INI

       Dosa Jangan di ➕
       Amal Jangan di ➖
       Cinta Jangan di ➗
       Hidup hanya.  1  ❌

Gugur Bunga karena
  Layu 
Gugur Iman  karena
  Nafsu  
Gugur Cinta karena
  Cemburu 

Tertawa karena
  Bahagia
Menangis karena
  Derita
Bertaubat karena
  Dosa
Beribadah karena
  Takwa

Hidup tanpa Cinta
  pasti Hampa.
Hidup gila Harta
  pasti Celaka
Hidup penuh Dosa
  akan Binasa
Hidup Bersyukur
  akan Bahagia

Hiduplah tiap hari
seperti :
Matematika
1. Mengalikan (x)
    ke Gembiraan
 2. Mengurangi (-)
    ke Sedihan
 3. Menambahkan (+)
    Semangat
 4. Membagi ( : )
     ke Bahagiaan
 5. Meng-kuadratkan :
     Kasih Sayang antar
     sesama

*Ada 3 hal dalam hidup
  yang tidak bisa kembali :
  1. Waktu.
  2. Ucapan.
  3. Kesempatan.

Jagalah itu, jangan sampai menyesal karenanya

Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
          1. Amarah  
          2. Keangkuhan
          3. Dendam
Hindarilah ia selalu

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang
          1. Harapan
          2. Keikhlasan
          3. Kejujuran
Peliharalah ketiganya

Ada 3 hal yang paling berharga
          1. Kasih Sayang
          2. Cinta  
          3. Kebaikan
Pupuklah itu semua

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak  pernah pasti
          1. Kekayaan
          2. Kejayaan
          3. Mimpi  
Jangan terobsesi karenanya

Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang
          1. Komitmen        
          2. Ketulusan        
          3. Kerja Keras      
Upayakanlah sekuatnya

Ada 3 hal yang membuat kita sukses
          1. Tekad        
          2. Kemauan      
          3. Fokus
Usahakan dengan sungguh-sungguh

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu
          1. Rejeki        
          2. Umur
          3. Jodoh  
Mintalah pada Tuhan YME

TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI
          1. Tua  
          2. Sakit  
          3. Kematian
*Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya...

Semoga bermanfaat...🙏

Copoas wa: sumber tidak diketahui pasti..

Kamis, 20 April 2017

JANGAN JADIKAN KEMENANGAN MENJADI KEKALAHAN DI PILKADA JAKARTA

Pesta demokrasi di DKI telah menjadi perhatian masyarakat indonesia, nukan lagi menjadi milik warga DKI sendiri. Percakapan di jalanan, warug, kampus dan banyak tempat dari mulai pinggir kali yang kumuh sampai dengan hotel berbintang 7....ha..ha..bukan di lantai 7nya jakarta ya....

Mulai dari candaan, sekedar ngobrol sampai dengan perdebatan sengit. Semua itu tentang pilkada jakarta. Seakan pilkada jakarta membentangkan sebuah jalan yang membelah indonesia. Pilkada Jakarta....oh..pilkada jakarta.

Media sosial menjadi sarana untuk berkampanye dan penyebaran berita. Mulai dari fitnah dan fakta. Akibatnya...ada yang tersenyum dengan itu, karena mereka mendapat kerjaan dan uang yang berlimpah sebagai buzzer atau apalah namanya. Atau marah- marah tidak karuan karena berita yang dibaca. Bagaimana perdebatan menghiasi kolom komentar di semua artikel, saling caci padahal mereka tidak kenal apalagi bertemu, tak sadarkah kita begitu menjadi jahatnya.....mencaci maki orang yang tidak kenal dan tidak pernah berbuat salah pada kita..

Banyak stigma yang muncul, ada kata ahoker dan pendukung bumi datar....dan banyak lagi. Ini bisa jadi efek buruk demokrasi, bukan salah demokrasinya atau cara menentukan kepemimpinan. Yang salah  adalah karena kapasitas kita. Perdebatan model pemilihan penentuan pemimpin hanya akan membuang waktu jika tidak dilandasi dengan nurani dan ilmu.


TAK ADA YANG KALAH DI PILKADA DKI
Roda sejarah telah berputar dan masyarakat jakarta melalui sistim ketatanegaraan kita kemarin memilih pemimpinnya, fakta di lapangan bahwa semua quick count menyatakan pasangan Anis- Sandi pemenangntya dengan selisih sekitar 17%. 

Harusnya tak ada lagi permusuhan.......kita harus mengapresiasi pidato pasangan Ahok- Djarot yang menerima kekalahan dengan sikap mulia dan kebesaran jiwa. Atau pidato Anis- sandi yang mengajak pendukungnya untuk tidak jumawa. KArena mereka berdua sepakat bahwa jakarta adalah milik kita bersama, khususnya warga jakarta...dan seluruh indonesia.

Ahok- Djarot, KALAH...??? secara hasil pilkada ...iya dan jika kecewa adalah wajar. Namun ingatlah perkataan pak Ahok bahwa kekuasaan itu Tuhan yang kasih. Artinya mau kalah atau menang itu takdir Tuhan. Saya percaya dengan kebesaran jiwanya , beliau tidak merasa kalah....YANG KALAH ADALAH ORANG YANG MENGINGINKAN BENEFIT DENGAN MENDUKUNG BELIAU...,,

JANGAN JADIKAN KEMENANGAN MENJADI KEKALAHAN
Pak Anis- Sandi memang belum dinyatakan sebagai pemenang menurut KPU, setidaknya semua Quick Count menyatakan semua itu. Anis- Sandi memiliki beban berat dipundaknya sebagai pemimpin jakarta selanjutnya. Ketika kemaren muncul pertanyaan; Apakah tidak ada pemimpin muslim yang baik??????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Sekaranglah saatnya pembuktian itu harus dilakukan
Menunjukkan keadilan untuk semua, bahkan harus berani menegakkannya sekalipun itu  kepada pendukungnya sendiri. Jangan dibiarkan justifikasi bahwa pemimpin itu harus islam dan boleh korupsi.

masyarkat jakarta dan Indonesia menunggu pembangunan yang memanusiakan manusia dan saya sepakat bahwa manusia adalah pusat dari pembangunan. 

Ketidakmampuan mengelola jakarta dengan berbagai aspeknya adalah kekalahan  umat, ITU AKAN MERUBAH KEMENANGAN MENJADI KEKALAHAN DAN AKAN MENJADI STRIKE BACK YANG SANGAT MENYAKITKAN.

Jadilah seperti Abu Bakar yang lembut, penyanyang santun dan memiliki ketegasan luar biasa PAk Anis, Atau jadilah seperti Ustman, Pak Sandi. dan jadilah kalian lebah yang merupakan perwujudan sikap seorang muslim..waallahu a'lam.



Tembalang, 21 april 2017




Selasa, 07 Maret 2017

TUGAS KITA HANYA BERJUANG.....


Kadang kita ga bisa berpikir ketika suatu masalah itu datang, seakan semua jalan ada dinding jadi penghalang
Kadang kita malu....ketika kesombongan kita jatuh tersungkur
sedang kekuatan dan pikiran sudah kita bangkitkan dari kubur
Kenapa itu terjadi???
Sejarah telah tertoreh...
bagaimana kita mesti beroleh
Sejarah telah terukir
bagaimana mesti bertahan untuk tidak tersingkir..
Kitalah pemenang...
dari 400 juta benih yang berjuang...
ingatlah....
Ketika jalut yang raksasa berperang
Munculah talut menjadi pejuang
tapi...kekalahannya hanya oleh batu dari ketapel
Daud, sang anak yang periang.
Ingalah kesombongan Namrud sang raja
Mengaku Tuhan alam semesta
Munculah ibrahim menjadi lentera...
Tapi...kematian sang raja, hanya lalat kecil utusan Tuhan baginya..
Ingatlah kembali Firaun yang berkuasa
Pemilik bangunan luar biasa
Datanglah Musa dengan baiknya..
Cukup air bah, penghancur sang raja..
Tuhan...itu ada
kenapa kita tak datang padanya...
Tuhan memang tidak menjanjikan kemudahan...
tapi dalam satu masalah selalu ada dua jalan penyelesaian...
semarang, maret 2017...

Senin, 06 Maret 2017

PERTANYAAN YG MEMBUAT ANAK JADI TERUS MERASA SALAH....


Menjadi orang tua adalah sebuah amanah yang besar dari Tuhan. Ada tanggung jawab yang besar, termasuk dalam hal mendidik mereka. Meskipun mereka masih kecil, jangan pikir mereka tidak akan mengerti apa yang kita katakan. Lihat saja bagaimana seorang balita begitu cepat meniru apa yang dia lihat dan dia dengar dari orang-orang sekililingnya, terutama orangtuanya. Bukan hanya tingkah atau perbuatan kita, ternyata perkataan-perkataan kita pun dapat mendukung atau menjatuhkan mental anak. Nah, simak 8 hal yang sering kita kepada anak-anak kita yang ternyata berakibat menjatuhkan mental mereka:
  • 1. "Ini kan gampang. Masa kamu tidak bisa?"

    Jangan membanding-bandingkan dia dengan siapapun, termasuk Anda sendiri. Anak adalah pribadi yang unik. Mereka punya kekuatan dan kekurangannya masing-masing. Bila Anda sering membandingkan dia dengan saudara, teman atau Anda dan suami, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Tidak sedikit anak yang benci pada orangtuanya karena sering membandingkan mereka dengan orang lain. Katakanlah, "Kamu pasti bisa. Ayo dicoba lagi, biar Mama ajarin ya."
  • 2. "Kamu selalu ... " atau "Kamu tidak pernah ..."

    Kalimat ini seringkali refleks terlontar ketika orangtua sedang marah pada anak. "Kamu memang tidak pernah dengerin Mama Papa." "Kamu selalu saja gak mau membereskan mainanmu." Hati-hati karena perkataan-perkataan ini dapat menjadi doa untuk anak Anda. perkataan-perkataan ini akan terekam di alam bawah sadar mereka dan akhirnya mereka akan tumbuh seperti apa yang Anda katakan. Bila Anda sering memarahinya seperti "Kamu gak pernah mau dengerin papa mama" maka dia akan terus seperti itu. Katakanlah "Kamu anak yang taat sama orangtua. Ayo, dengerin papa mama ya." Atau "Kamu kan anak yang rapi dan bertanggungjawab. Yuk mainannya diberesin dulu."
  • 3. "Jangan menangis" atau "Tidak boleh menangis. Cengeng."

    Perkataan ini sering diucapkan terutama ketika anak sedang rewel atau terjadi sesuatu padanya. Orangtua cenderung tidak sabar bila anak terus menangis sehingga melontarkan perkataan seperti ini. "Jangan nangis. Gak boleh cengeng." Padahal pasti ada alasan mengapa dia menangis. Tanyakan alasan mengapa dia menangis terlebih dahulu sehingga anak juga merasa bahwa dia aman dan dilindungi oleh orangtuanya. Bila Anda terus menerus menyuruh dia jangan menangis, tidak boleh cengeng, terutama kepada anak laki-laki, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan tidak tersentuh. Menangis merupakan hal yang aneh, padahal menangis juga merupakan salah satu bentuk mengungkapkan perasaan lho.
  • 4. "Jangan ganggu dulu. Mama sibuk."

    Perkataan ini memang seringkali ampuh untuk menghentikan si kecil yang mencoba menarik perhatian Anda. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang sampai di hati dan pikirannya adalah bahwa dia adalah pengganggu dan tidak berarti. Jangan heran bila kelak dia dewasa dia akan menganggap tidak ada gunanya berbicara pada orangtua. Katakanlah "Tunggu sebentar ya Nak. Mama selesaikan pekerjaan ini dulu ya." Dan bila Anda sudah selesai hampiri dia dan bertanyalah apa yang dia mau sampaikan tadi.
  • 5. "Kamu jangan jorok kayak papa/mama"

    Ini sama saja Anda sedang menjelekkan pasangan Anda di depan anak Anda sendiri.
  • 6. "Bukan begitu caranya. Sini Mama saja"

    Anda perlu ingat bahwa anak kecil terutama balita berbeda dengan orang dewasa. Mereka masih belajar menguasai banyak hal. Jadi, jangan memburu-buru dia dalam melakukan banyak hal. Dengan Anda berkata, "sini Mama saja" dia akan tumbuh menjadi anak yang suka kebingungan. Dia tidak mengerti bagaimana melakukan hal dengan benar karena terlalu sering diambil alih oleh orangtua. Sabarlah terhadap mereka. Bila Anda sedang buru-buru, bantulah dia sambil mengajarkan caranya yang benar. Misalnya balita Anda lama dalam memakai sepatunya, "yuk sini Mama bantu. Begini nih caranya. Lepasin pengaitnya dulu, masukkan kaki, lalu tempel lagi."
  • 7. Pernyataan negatif tentang dirinya

    "Kamu malas banget sih." "Kamu sudah gendut, jangan sering jajan." Perkataan-perkataan semacam ini, dapat membuat anak Anda sakit hati. Selain itu dia akan memercayai apa yang Anda katakan tentang dirinya. Bahwa dia pemalas, pelit, gendut, dll. Perkatakan perkataan yang positif untuk anak Anda. Berikanlah pujian untuk dirinya, namun jangan sampai berlebihan. Puji sikap dia bukan pada hasilnya. Misalnya, "Wah kamu pasti telah belajar giat makanya kamu bisa dapat nilai bagus." Ini akan membuat anak ingat bahwa karakter giat lebih penting daripada nilai yang bagus.
  • 8. Terlalu banyak melarang

    "Jangan." "tidak boleh" terlalu banyak larangan akan membuat anak Anda terbatas. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan tidak percaya diri. Dia juga akan menjadi anak yang bingung, tidak dapat memutuskan sendiri. Batasan tentu penting apalagi bila membahayakan keselamatan anak Anda. Dampingi si penjelajah kecil Anda yang sedang belajar mengenali dunia sekitarnya. Berikan penjelasan mengapa Anda melarangnya.
    "Be mindful when it comes to your words. A string of some that don't mean much to you, may stick with someone else for a lifetime." -Rachel Wolchin
  • ditulis : 
  • https://keluarga.com/4600/8-perkataan-yang-mampu-menjatuhkan-mental-anak-dan-ternyata-sering-kita-lontarkan

Perbedaan itu, rahmat???

Perbedaan itu akan menjadi berkah jika dimiliki orang berilmu, tapi akan menjadi bencana jika ada pada orang-orang jahil(kurang ilmu/bodoh)

Lihatlah sejarah, bagaimana kh ahmad dahlan dan hadratus syeh hasim asyari..

Lihatlah kemulyaan perbedaan dalam ilmu antara guru dan murid (imam asy syafei dan imam ahmad)

Mari bertanya kpd diri kita..., ttg kebodohan kita....

Kudus, 4 mar 17